Sabtu, 30 April 2016

analisis cerpen




ANALISIS CERPEN DIANTARA 2 HARI MENGGUNAKAN TEORI PSIKOANALISIS
NAMA : SHEIFI FARAH N.R
NPM    :14.11.106.501.272
EGO
KEBENCIAN
Tokoh aku  adalah seorang perempuan yang membenci 2 hari setiap tahun. Di tiap tahunnya tokoh aku selalu beharap agar tidak pernah ada hari  itu. Karena hari-hari itu mengingatkan ia pada masa lalu yang buruk. Seperti kutipan di bawh ini :

(01)“Ada 2 hari yang kubenci setiap tahun. Aku berharap tidak pernah ada hari itu setiap tahunnya. Sehingga aku tak perlu mengingat masa laluku. Masa lalu yang membuatku terpuruk. Ya… sangat terpuruk.
Dua hari itu adalah hari ulang tahunku dan hari dimana tahun baru datang. Aku benci dua hari itu. Ya… sangat membencinya.
Hari ulang tahun. Dimana setiap anak akan bahagia ketika hari ulang tahunnya tiba. Tapi tidak bagiku. Aku selalu merasa takut ketika hari itu tiba. Karena di hari itu, aku akan menyadari bahwa aku sendiri. Tanpa setitikpun kasih sayang. Tanpa setitikpun pengertian”.(
Indiastuti,2012)

Pada data (01) menggambarkan tokoh aku berharap dua hari dalam setiap tahun itu tidak pernah ada sehingga dia tidak perlu mengingat tentang masa lalunya kerena itu akan membuat dia sangat terpuruk. Dua hari itu ialah hari dimana ulang tahunnya dan pada saat itu juga bertepatan dengan tahun baru. Tokoh akupun sangat membenci dua hari itu dan merasa takut ketika hari itu tiba. Karena menurutnya pada hari itu dia menyadari bahwa ia sendiri dan tidak ada kasih sayang dan pengertian dari keluarganya.
Dari data (01) menggambarkan bahwa suasana batin tokoh aku merasakan rasa benci yang sangat besar dengan dua hari  tesebut karena bertepatan dengan hari ulang tahunnnya dan tahun baru. Menurutnya kedua hari itu sangat bahagia bagi semuanya tetapi tidak dengannya karena dia merasa dirinnya sendiri dan tidak ada yang memperhatikannya . Dalam hal ini dapat dikaitkan dengan teori psikoanalisis yaitu perasaan ego. Ego disini menggambarkan suasana perasaan kebencian yang teramat dalam seperti kalimat berikut ini. “ Dua hari itu adalah hari ulang tahunku dan hari dimana tahun baru datang. Aku benci dua hari itu. Ya… sangat membencinya.
Hari ulang tahun. Dimana setiap anak akan bahagia ketika hari ulang tahunnya tiba. Tapi tidak bagiku. Aku selalu merasa takut ketika hari itu tiba. Karena di hari itu, aku akan menyadari bahwa aku sendiri. Tanpa setitikpun kasih sayang. Tanpa setitikpun pengertian.
. Pada kalimat sebelumnya ini menggambarkan suasana ego tokoh aku yaitu  kebencian.





KESENANGAN
Tokoh aku seorang perempuan diberikan kejutan oleh keluarganya dan keluarga rinda. Dia sangat senang sekali ternyata yang dinginkannya tercapai dan dia tidak menyangka sama sekali. Dia menutup matanya dan berdoa agar keluarganya sama seperti halnya keluarga lainnya yang damai dan senang. Adapun datanya seperti dibawah ini :
(02)“Mereka bernyanyi selamat ulang tahun untukku, ternyata keluargaku dan keluarga Rinda yang merecanakan ini semua. Aku merasakan senang sekali. Ibu meminta meniup lilin 17 ini, dan diminta aku memohon doa.
Aku menutup mata ini sambil berdoa. Ya ALLAH aku minta agar dapat seperti keluarga lain yang damai, seneng. Aku juga makasih sudah diberi teman yang baik seperti Rinda, semoga umurku ini aku makin baik. Aminnnnn.”.(
Indiastuti,2012)
Pada data (02) menggambarkan tokoh aku pada cerpen tersebut merasa tidak menyangka mendapatkan kejutan dari keluarganya dan keluarga rinda sahabatnya. Dia merasa sangat senang sekali karena semua keinginannya dapat tercapai di hari ulang tahunnya. Diapun berdoa agar keluarganya sama seperti keluarga yang lainnya yaitu damai serta bahagia dan dia sangat bersyukur mempunyai teman yang baik seperti Rinda. Semoga diumurnya yang ini disemakin baik.
Dari data (02) menggambarkan bahwa suasana batin tokoh aku  dalam cerpen tersebut merasa sangat senang karena mendapatkan kejutan dari keluarganya dan keluarga Rinda sahabatnya. Serta semua keinginannya pun tercapai pada hari ulang tahunnya. Dalam hal ini sesuai dengan teori psikoanalisis ego yaitu kesenangan, adapun kutipan kalimat yang menunjukan kesenangan itu “Mereka bernyanyi selamat ulang tahun untukku, ternyata keluargaku dan keluarga Rinda yang merecanakan ini semua. Aku merasakan senang sekali. Ibu meminta meniup lilin 17 ini, dan diminta aku memohon doa.”. Pada kalimat ini menggunakan suasana ego tokoh aku yaitu kesenangan


           


KESEDIHAN
Tokoh aku  adalah seorang perempuan yang menutupi kesedihannya di depan orang lain agar orang lain tidak mengetahui apa yang dirasakan itu. karena tokoh aku terlalu sulit untuk  membagi rasa sakitnya  kepada orang lain. Adapun datannya seperti dibawah ini:
(03)“Yang ada hanya pilu. Ya… aku terus menangis dalam diam. Aku tak mau topengku retak. Aku tak mau orang tau seperti apa aku jika tanpa topeng ini. Meski itu didepan kakakku sendiri. Aku tak mau terlihat rapuh.
Ya… selama 11 tahun aku terus menggunakan topeng kokohku. Aku tersenyum pada semua orang. Aku berakting seolah-olah aku bahagia. Seolah-olah tak memiliki masalah. Aku tau aku munafik. Tapi biarlah. Rasa sakit ini, rasa kesepian ini terlalu sulit kubagi. Indi yang mereka kenal bukanlah Indi. Indi adalah sosok yang tak mereka tau.
Aku lebih nyaman menangis sendirian. Aku lebih menyukai menangis tanpa suara. Mungkin memang lebih menyayat. Tapi lebih melegakan.
“Air matamu bisa habis jika kau menangis terus, Indi!”, itu kata kakakku. Tapi itu dulu. Indi yang sekarang bukanlah orang yang akan tertipu dengan kata-kata penghibur seperti itu”.
(Indiastuti,2012)

Pada (03) menggambarkan bahwa tokoh aku mengalami kesedihan yang mendalam, ia terus menangis dalam diam. Tokoh aku tidak mau orang lain sampai tahu seperti apa dia tanpa topeng ini termasuk didepan kakaknya sendiri. Selama 11 tahun dia terus menggunakan topeng tersebut. Ia tersenyum kepada semua orang serta berakting seolah-olah bahagia dan tidak memiliki masalah apa-apa. Ia memanggap dirinya munafik, tapi ia tidak perduli. Rasa sakit dan rasa kesepian yang dia alami terlalu sulit untuk ia bagi. Dia lebih nyaman menangis sendirian dan lebih menyukai menangis tidak bersuara. Menurutnya memang itu lebih menyayat hati tapi lebih melegakan karena tidak ada yang tau.

Dari data (03) menggambarkan bahwa suasana batin  tokoh aku pada cerpen tersebut selama 11 tahun dia akan terus menggunakan topengnya tersebut. Meskipun dia terus menangis dalam diam dan dia tidak mau sampai ketahuan siapapun termasuk kakaknya sendiri. Ia berusaha tersenyum kepada semua orang  serta berakting seolah-olah bahagia dan tidak punya masalah apa-apa. Dia memang munafik, tapi biarlah. Semua rasa sakit dan kesepian yang dia alami sulit untuk dibaginya. Dia lebih nyaman menangis sendirian dan menyukai menangis tanpa bersuara. Menurutnya itu lebih melegakan karena tidak ada yang tau meskipun itu menyayat hati. Dalam hal ini sesuai dengan teori psikoanalisis ego suasana bahagia , adapun kutipan kalimat yang menunjukan “Yang ada hanya pilu. Ya… aku terus menangis dalam diam. Aku tak mau topengku  retak. Aku tak mau orang tau seperti apa aku jika tanpa topeng ini. Meski itu didepan kakakku sendiri. Aku tak mau terlihat rapuh”. Pada kalimat ini menggunakan suasana ego tokoh aku yaitu kesedihan yang mendalam.

SUPER EGO
Tokoh aku adalah seorang perempuan melewatkan malam tahun baru hanya dengan tidur. Karena jika ia membuka matanya itu hanya akan  mengingatkan sama semua luka yang tergores dihatinya. Dia akan menyadari bahwa ia merasa sendiri. Super ego yang dimiliki oleh tokoh aku biasanya pada saat marah dia melampiaskannya pada tembok dan dia sudah tau itu membuatnya luka tetapi dia tidak peduli. Seperti data dibawah ini:
Tokoh aku adalah seorang perempuan yang melewatkan malam tahun baru hanya dengan tidur karena jika ia membuka matanya, itu hanya akan  mengingatkan sama semua luka yang tergores dihatinya. adapun datannya sperti dibawah ini:

(04)“malam tahun baru hanya yang kesekian kalinya hanya kulewatkan dengan tidur. Karena jika aku membuka mataku. Aku akan mengingat semua luka yang tergores di hatiku. Aku akan menyadari bahwa aku kesepian. Aku akan menyadari bahwa aku sendiri. Itu membuatku marah. Biasanya saat seperti itu kulampiaskan pada tembok atau apalah.
Aku tau itu menyebabkan luka di tubuhku. Tapi siapa peduli. Luka-luka ditubuhku lebih nyata dan akan sembuh lalu menghilang bekasnya setelah beberapa hari. Tapi luka dihatiku entah akan sembuh atau tidak aku tak tau”.
(Indiastuti,2012)

Pada (04) menggambarkan tokoh aku dalam cerpen tersebut merasa bahwa malam tahun baru hanyalah malam yang dilewatinya dengan tidur karena jika dia membuka matanya dia hanya akan mengingat semua luka yang tergores dihatinya dan menyadari bahwa dia hanya sendiri. Hal itu juga membuatnya menjadi marah biasanya saat seperti itu dilampiaskannya pada tembok atau apalah. Dia tau itu akan menyebabkan luka di tubuhnya tetapi dia tidak perduli. Menurutnya luka-luka ditubuhnya lebih nyata dan akan sembuh lalu hilang tetapi luka dihatinya entah akan sembuh atau tidak jika pun luka dihatinya sembuh itu tidak tahu kapan.
Dari data (04) menggambarkan bahwa suasana batin tokoh aku pada cerpen tersebut merasa bahwa dirinya mempunyai luka yang teramat dalam, karena dia mengingat semua luka yang tergores dihatinya dan dia menyadari bahwa dia hanya sendirian itu juga yang  membuatnya marah. Biasanya saat marah dia melampiaskannya pada tembok dan melukai dirinnya sendiri. Hal ini pun sesuai dengan teori psikoanalisis yaitu super ego. Dimana super ego akan timbul dari rasa bersalah yang ada dalam dirinnya. . Dalam hal ini sesuai dengan teori psikoanalisis ego yaitu kesenangan, adapun kutipan kalimat yang menunjukan bahwa tokoh aku menyiksa atau melampiaskan pada dirinnya sendiri atau adanya Super Ego ” Aku akan menyadari bahwa aku sendiri. Itu membuatku marah. Biasanya saat seperti  itu kulampiaskan pada tembok atau apalah. Aku tau itu menyebabkan luka di tubuhku”. Pada kalimat ini tokoh aku menggambarkan  super egonya yaitu kecewa yang amat dalam sehingga menyiksa dirinya sendiri



6 komentar: